parade akhir tahun


"I don't ask for the sights in front of me to change,
only of the depth of my seeing." –Mary Oliver




faa

cara menafsirkan laut

tubuh kita laut dan setiap
sisinya yang melambai pada
dermaga. pelabuhan-pelabuhan
yang menanti jangkar sebab

waktu yang sering kali begitu ingkar.
laut meminjam mata kita dan langit
yang senantiasa menafsirkannya—
haru, iba, dan begitu basah.

berulang kali berpandangan, pada
mata hati, pada jendela yang ada
di pelataran tubuh kita masing-masing
yang tentu saja menolak asing.

di bumi yang sudah penuh dengan kata-
kata ini: suaramu angin yang mengembus,
tidak ada lagi kehendak lain selain
ombakmu, atau cahaya-cahaya yang

hanya setia pada bayanganmu. sekali lagi
dan seharusnya selamanya—aku senantiasa
berusaha mencintai kehidupan ini dan men-
cintai nama perempuan lain selain ibu.

2024
__________________________________


faa

beri aku keberanian

beri aku keberanian yang men-
julang untuk mampu melewati
gunung-gunung yang terjal.

aku ingin mengalami banyak
hal-hal baik di hidup ini.

suatu hari nanti, kita akan
pergi bersama menuju kota yang
sebelumnya tak pernah terdaftar
di tubuhmu. rutenya dari matamu—

atau pada segala sesuatu yang
aku sebut rindu. dari lenganmu tentu
boleh-boleh saja agar dia mudah
menemukan sepasang lenganku

yang siap menjadwalkan
diri menjadi lengan kita.

aku terus mengajari tanganku
untuk setia pada pepohonan—

bukan pada kontraktor-kontraktor
kejam yang kotor, pemimpin-pemimpin
culas dan malas, juga pada aparat
yang bersifat keparat.

***

cinta adalah kata kerja yang mudah
dan sulit sekaligus; negeri jauh yang
menaruh harapannya untuk ditinggali;
atau pepohonan-pepohonan yang

tidak mempan oleh sesuatu seperti api.

detak jantungmu adalah musik favoritku.
kau pun, begitu? ya, aku ingin mengalami
banyak hal-hal baik di hidup ini;

melihat keikhlasan daun meski digugur-
kan pepohonan dan nama-nama yang
sering dipermainkan oleh musim hujan,

tidak menolak ajakan anak-anak untuk
bermain permainan dan tawa mereka yang
sebetulnya sering mengelus-elus jiwa kita.

hidup telah banyak tetapi. meski sebenarnya
dan ingin adalah kata yang begitu pasti.

2024
__________________________________


faa

perjalanan

kau bilang akan senantiasa menemaniku
melakukan perjalanan panjang ini. aku hanya
ingin pulang dan tertidur pulas di mata coklat-
mu, terutama di hari libur dan hari minggu.

bisakah aku berharap selamanya?

jauh di belantara pikiranku, sejujurnya
ketakutan-ketakutan masih sesekali bertamu.
jika bukan karenamu, sudah barang tentu
aku dikalahkan oleh hantu-hantu sialan itu:

"ah, tidak apa-apa, sayang. semoga pepohonan
lebih subur ketimbang benalu dan belukar?"

amin, kataku.

dapatkah kau membayangkan bagaimana jika
kita dicintai oleh puisi-puisi lain yang datang dari
masa depan. adakah mereka akan melegakan dan
cerita-cerita yang menaungi kita sebagai kerelaan.

aku terkesima sepenuhnya. segala persembahan
telah kita berikan hanya untuk meminta agar
masing-masing nama kita dituliskan bersama di
sebuah kitab kerajaan yang ada di atas sana (?).

sudah pukul tujuh pagi, sayang.
mengapa tak kunjung memelukku?

atau setidaknya mencium pesan-pesan di telepon
genggammu agar rindu ini menjadi lebih jinak dan
tidak memainkan musik bernada minor yang sendu.

sudah pukul tujuh pagi, sayang.
dan jarak masih panjang membentang.

2024
__________________________________


faa

mata air

ajari aku cara
menanam pohon
di tubuhku

pinjami aku krayon
dan mari bermain
permainan masa lalu

ajari aku cara
menulis puisi-puisi
tentang cinta

pinjami aku senyuman
murni yang tidak punya
prasangka selain doa.

2024
__________________________________


faa

doa

siapa tahu cinta bisa membawa
kita pada sedia kala. sebagai nyala

api kepada kegelapan yang haus
minta diterangi. lengan yang menjadi

peluk lemah-lembut menghapus
trauma dan cuaca-cuaca buruk yang

sering kali tertawa. ya, semoga kita lebih
lama dari sekadar angin belaka. amin.

2024
__________________________________

Komentar

Postingan Populer