Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

puisi-puisi yang pandai menghasut kita

  Why write love poetry in a burning world? To train myself to find in the midst of hell what isn't hell. –Katie Farris faa matamu padang sabana matamu padang sabana.       di sekelilingnya aku terjaga       bermain tebak kata yang suka       sekali bila bertemu aroma cinta. kau perjalanan dan masa depan,       juga sesuatu yang aku sebut dengan       harapan. apalah cinta melainkan       keyakinan-keyakinan kita pada usaha untuk merawat yang ada. mari ber-       pesta seterusnya untuk merayakan        jantung kita yang suka dibuat dag-       dig-dug tidak karuan rasanya. aku gembok. kau anak kunci yang       membuka sisi lainku. selepas kau tidak       ada rute lain, kecuali ke puncak gunung       dan kita menatap segalanya? atau dari jendela kamar kita tempat rahasia       membicara...

Postingan Terbaru

parade akhir tahun

nyanyian sunyi dan puisi-puisi yang menolak pergi

tubuh kita musim pancaroba

patah lalu tumbuh

pesta kembang api dan sekumpulan puisi yang pulang sendiri

tak pernah fasih mengenali kepergian

diri sendiri, terima kasih

keretamu tak menuju ibu kota jantungku

tubuhmu bukan kota lupa meditasi

puisi, untuk keabadianmu