Kita Senantiasa Cemas Dengan Kerja Ingatan



SOKA

Sekali lagi
Di barat

Ingatan selalu basah
Di ambang resah

Pasir dan air
: Juga keramahanmu

Satu dekade dari sini
Tubuhku liar, masih kau susupi

"Sudahlah, sayang. Ada hal-hal yang tidak
Bisa dijangkau, abadi dan risau."

Katamu, melalui mimpi
Akhir-akhir ini.

2021
________________________________________


ADA ANAK KECIL DI TUBUHMU

Di dalam tubuhmu, kau tahu
Selalu ada anak kecil yang terus-
Menerus merengek-rengek minta
Dibuatkan pesawat kertas.

Dari mana pula, entah juga
Dari sini terdengar ketika kau terjaga
Dan berjelaga. Yang mahir mempermainkanmu.
Minta diajak ke negeri dongeng.

Ia yatim-piatu
Atau tubuhmu semak-belukar
Yang masih mekar

Setelah hari itu. Hujan senantiasa membuka
Jendela dan mengucapkan: selamat.
Kita menjelma sebagai ketidaktahuan.
Dan kekanak-kanakan, barangkali.

2021
________________________________________


MEMBAYANGKAN, YANG ENTAH

Hari-hari mengenal baik ingatan, sedang
Pikiran adalah tanah gembur, bunga-bunga mekar
Di sana. Aku mengenal baik diriku, 
Memeriahkan tubuhnya sendiri.

Satu dekade adalah nyala api. Dan kelak,
Mungkin ada yang begitu kejam
Mengubah malam menjadi pisau.
Gemetar di kita dan kata-kata.

Satu hal – wajahmu musim penghujan
Yang senang mengalirkan air bah
Di dalamku. Di sana: kesunyian bertahan
Bertahun-tahun dan bertalu-talu.

Pada hari baik yang entah kapan
Kita bisa mengobrol lagi; rumah yang
Ramah, cappucino favoritmu, atau mengamati
Cinta yang terpencil di sudut waktu.

Seberapa besar kau sembuh dari pertanyaanmu
Sendiri? Sudahkah kau lebih tenang
Membaca puisi? Atau aku yang sudah
Terburu-buru dan tak keburu menanti.

2021
________________________________________


DADA KITA, DICIPTA LAPANG

Perasaan mulai menghitung cemas
Hari-hari dengan jemari sebagai ketidakberdayaan.
Juga ketidakpastian. Kepalaku termometer,
Angka-angka yang mengabur. Sedang wajahmu
Adalah gejala, sepenuhnya.

2021
________________________________________


HARI-HARI; MENGINGAT

Di ruang ini
Mengapa kau begitu
Lihai membangun sarang

Yang kaitannya menuju
Tangan, kaki, kepala. Juga hati – hati-hati.
Hingga sekarang. Ya.

: Termasuk langit-langit tubuhku

Hari-hari adalah hari mengingat yang
Cukup melelahkan. Apabila aku
Berpikir mampu sejauh ini, sudah
Cukupkah? Beri aku hari libur, barang sehari!

2021
________________________________________


HARI PENGHABISAN

Di hari penghabisan itu:
Tubuh hujan,
Jam bergetar.

Barangkali anak kecil senantiasa silih berganti
Bermain di dalam kita; memungut sisa-sisa
Jatuh dari ketinggian, melengkung hening, basah,
Dan berduka.

Char, sesaat kita kamus asing yang tidak
Ditemukan terjemahannya.

Kau mengira jantungmu jeruji besi atau
Kantor polisi. Tidak sepenuhnya.
Di hari penghabisan itu, masing-masing
Dari kita: cinta belum mati!

Segera akan menyala
Seperti pamflet pengumuman.
Di penjuru, segalanya.

2021
________________________________________


Selamat Hari Puisi Sedunia

Komentar

Postingan Populer