Rintik Berpuisi
DI PERSIMPANGAN
Hujan
Dan senja basah di persimpangan
Wajahmu terkenang
Di sepanjang mil perjalanan
Desir angin
Tenang, membawa kenang
Ricik yang menyerta
Harum bunga padma
Adakah kau mengingatku
: Nona
Seluas anganmu itu
Yang mewangi.
2020
________________________________________________________________________
SUARA SIAPA
Hujan jatuh di permukaan
Di bangku-bangku taman kota
Nada yang berulang
Gelombang partitur ganjil
Sabda
Di penghujung malam
: Masihkah ada ragu
Ketika temaram mendekam
Selama percakapan hilang
Suara siapa seperti diredam?
2020
________________________________________________________________________
KITA LUPA MEMBERI TANDA
Beranda
Percakapan-percakapan yang singgah
Di teras kediaman
Yang sering luput kita beri tanda
Ketika hujan turun
Dan membasahi semua
Kenangan mana
Yang tak muncul ke permukaan
Beranda. Kita lupa memberi tanda
Untuk melesat ke sana
Kita sepi; masing-masing.
2020
________________________________________________________________________
BAYANG-BAYANG
Bayang-bayang siapa
Yang menyusur ribuan kenang
Nuju entah ke mana
Rintik di terminal itu
Didekapnya oleh langit
Yang merah kesumba
Entah bisik dari mana, berkata
: Pada siapa kau hendak bermuara
Aku mencarimu
Tak ada suara.
2020
________________________________________________________________________
BIANGLALA
Lantas jika rintik itu menyapa
Kau hendak ke mana
Adakah alasan
Kau membawanya?
Di sepanjang jalan
Genang seluas angan
Merapalkan doa-doa
: yang Aamiin ucapnya
Bianglala adalah harapan
Rupa macam warna
Di dalam kepala
Jalur-jalur sempit amygdala
--Kasih sayang muaranya.
2020
________________________________________________________________________
BENARKAH
Ada yang menyusup
Dalam darahku, siapa
Aku utuh dalam dirimu
Syukurlah
Benarkah senja
Tak sedang mencoba
Menyapa bibirmu
Yang merah merona
Sedang hujan kala itu
Malu-malu mendekatimu
: Adakah yang lebih berani selain dirimu?
2020



Komentar
Posting Komentar