Juntai Kenang Sepanjang Rintik
Rintik di Beranda
*Sidik jari di sekujur kaca
Masih terdengar
Rintik di beranda itu
Yang sering kau sentuh
Kusam oleh malam
Sidik jari
Di sekujur kaca
Suara dekat pintu
Kaukah, cinta
Kenangan melesat
Di tempurung kepala
Ada dirimu
Bersembunyi.
2020
________________________________
Jalan Pulang
Malam
Dan hujan membasahi
Jalan pedesaan
Tempat sunyi semayam
Dan
Siapa yang merambat
Di kepalaku ini
Mencari sisa-sisa
Cerita yang berulang
: Ingatlah aku
Kau masih saja diam
Kapan kau
Sudi kiranya
Mencariku untuk pulang.
2020
_________________________________
Semula adalah Kau
Semula adalah kau
Kukenang di sela-sela
Hujan yang turun
Membasahi kenang
Masihkah kau sanggup?
Maksudmu aku, Sayang?
Ya, siapa lagi
Oh, ya, ya. Masih kok.
Semula adalah kau
Kuhitung hari demi hari
Tangan meraba-raba
Tak sampai gapaiannya.
2020
__________________________________
Bisik Malam
Gemericik suara
Gelombang nada yang hilang
Masihkah ada aku?
Masihkah ada?
Masihkah?
Diantara juntai rambutmu
Dan lesung pipi itu
: Dikenangnya selalu
Syahdan
Saling berbisik-bisik
Dengan malam.
2020
__________________________________
Serpihan Surgawi
Tak ada yang dirahasiakan
Percakapannya dengan malam
Bising oleh kenangan
Jalur sepi, muara hati
Begitu sibuk
Bergetar di wajahnya
Di bibir yang disusun
Oleh serpihan surgawi
Terbit dirimu
Wahai nona pemilik rindu
Yang wajahnya bersinar
Di rintik hujan sepanjang malam
Itu aku, bukan?
Aamiin, ucapku.
2020



Komentar
Posting Komentar