Membentuk Tubuh
MENJELMA KENANGAN
Masih terdengar
Di malam yang sepi
Ini, kau menjelma
Kenangan demi kenangan
Ku pandang setia, yang tak
Pernah luput untuk tiba
Di kepala, di waktu yang
Terus meruncing ini
Sesaat ku termenung
Semakin dingin saja
Angin membawamu
Semakin ciut: ruang dan waktu.
2020
___________________________
MEREDUP
Suatu ketika di sebuah
Kedai kopi yang dihiasi
Lampu-lampu kerlingan malam
Nun di atas sana
Asbak yang penuh
Di meja sebelah, sementara
Aku setia memilih sunyi
Dalam keramaian manusia
Merindumu adalah menatap
Bulan yang jauh, tak sampai
Terangmu pada kaki
: Meredup.
2020
___________________________
MENJAMU KESEDIHAN
Belum habis sudah
Kau menjamu kesedihan
Yang terus menerus
Lalu lalang bertamu
Membentuk tubuh. Di
Paruh sadar suatu ketika:
"Kau kenapa Sayangku?
Jangan cemberut ih."
: Hehehe
Klise akibat kita yang
Sering dirontokkan
Waktu satu demi satu.
2020
___________________________
MASA LAMPAU DI JANTUNG IBU KOTA
Angin merayap
Dalam panjangnya malam
Membawa masa lampau
Di jantung ibu kota tubuhku
Kalau kau jumpa
Dengan puisi-puisi
Bisik kata dariku
Pada dirimu sepenuhnya
Di jantung ibu kota tubuhku
Hiasan matamu
Dari dewi kahyangan
Yang menusuk tajam.
2020
___________________________
KEPADA CHAR
Bagaimana mungkin
Sudut demi sudut
Bisa bertemu bila
Berbeda asal muasalnya
Sedari awal suatu
Ketika pada pertemuan
Yang begitu rapal doa
: Beragam
Hanya aku dan kamu kan?
Iya, bukan kita.
Dinding kediaman, lama
Membisu menatap penghuninya
Sebentar-sebentar tak diingat
Pula siapa tuannya.
2020
___________________________
S U K S M A
(Di Beranda - 11 September 2020)



Komentar
Posting Komentar