Mengapa Waktu Masih Saja Mendendam

ilustrasi: Henn Kim


1/

Mengapa waktu masih saja
Mendendam?

Sementara kau tahu sendiri
Perasaan memang selalu pintar
Mencari celah dalam diri kita

Kupanggil namamu
Terus saja
Tak ubahnya begitu

Selain buku-buku
Siapa pula yang berani
Memasuki kepalaku
Selain sebuah nama

Satu saja. Ya.


2/

Jika waktu masih terus
Meruncing menatapmu

Biarkan saja, sayang.

Kau tahu sendiri
Diary SD-mu itu selalu
Terselip namaku, bukan?

: Ha-ha-ha-ha

Aku di sana, ada.
Sedang kau memang
Tak pandai berpura-pura.

Jika memang waktu
Masih terus mendendam.

Kita dengarkan lagi
Percakapan-percakapan.
Yang mungkin pernah dihapus
Dari ingatan kita.

Kita bujuk waktu
Untuk mengantarkan:

Kita, berdua saja. Ya.
Ke dunia yang kau dan aku
Saja sebagai penghuninya.

2020
________________________


PERCAYAKAH KAU

1/

Percayakah kau
Pada anak kecil
Yang senantiasa
Ada di kepala

Maksudnya?
Bermain sambil keliling gitu?

Percayakah kau
Bahwa di sana
Riuh memainkan
Masa lampau

Oalah, ingatan?
Kenangan?

Percayakah kau
Pada kata-kata
Dan kita yang tenggelam
Di dalamnya.


2/

Di detak kehangatan
Dekat ingatan
Di muaranya yang
Dipenuhi kasih

Di hadapannya
Yang pernah ada

Sekembalinya
Ruah pada kenangan
Di ujung yang
Menjulang

Percayakah kau
Pada ada?

Sudah sulit dibedakan
Ada atau tidak ada
Kau, aku, ada
Kau, aku, di mana.

2020
________________________


MEMANGKAS WAKTU

Char, coba kau pikirkan lagi
Sejenak saja

Kau tengok di luar sana
Malam menjadi gagak
Yang panjang kutukannya

Kita memangkas waktu
Menjadi tunggu

Dirimu:
Mata, suara, dan cinta
Yang menolak lelah

Sebelum saatnya
Kita benar-benar
Memihak pada pasrah

Sebab kita
Tak berhak memilih
Atau memang tak
Pernah memiliki pilihan.

2020
________________________



SELAMAT TINGGAL

Kenapa mesti
Mengucapkan selamat tinggal
Untuk sesuatu yang pergi?

Kenapa tidak selamat pergi?
Kenapa harus ada pergi
Kalau ujung-ujungnya
Diucap selamat tinggal.

Karena sesuatu yang pergi
Nyatanya tak pernah
Benar-benar pergi

Ia tetap ada
Tetap tinggal di diri kita
Tetap mendidih—dijerang
Di tungku pikiran kita.

2020
________________________

Komentar

Postingan Populer