Sibuk Mencari Nama


Ada bait-bait senja yang membubuhkan warnanya
Pada pipimu yang sedang merona
Seketika ada yang muncul tiba-tiba
Sibuk mencari sebuah nama: siapa kita?

Masing-masing mulai mencoba berkelana
Menyusur jejak-jejak
Mengikuti jalur-jalur; yang entah
Kemana titiannya akan bertemu

Pada perjumpaan ini
Jam mulai rontok; lantas kita menjadi begitu gaibnya
Dan kembali: kali ini
Tiada habisnya menerka-nerka

Ada yang sedang berlarian
Di dekat cekungan telaga; di langit yang merona senja
Sambil membawa benang yang terus diulurnya
Keliling-keliling dan berputar (lantas dikaitkannya

Kemana-mana. Sedikit resah
Sedang mengincar sesuatu
Yang hendak didapatkannya
Dengan niat dan jerih payahnya sendiri)

Kau tentu bisa membayangkan
Betapa manis pemandangan di sana
Lantas suatu gema berkata. Entah apa
Tapi melambai begitu syahdunya

"Adakah kau hendak tersandung dan terjerembab?
Menuju tempat yang bernama ruang kedap suara."

Kau tak sedang mendengar percakapan bijak
Begitu suasananya. Tapi lihatlah sajak-sajak
Yang melayang-layang di udara
Pada semesta yang coba diciptakannya

Lagi-lagi gema itu berkata
Begitu syahdunya begitu gaibnya
Kau mulai kebingungan mencari-cari
Dari mana: Hei Nona!

"Adakah kau hendak tersandung dan terjerembab?
Menuju tempat yang bernama ruang kedap suara."

--yang Aamiin doanya; kasih sayang serunya.

Komentar

Postingan Populer