Historia
*rahajeng rauh
1/
Jika kau tiba di Pulau Dewata
Nanti
Seluas pandang pada Pura
Yang magis daya pikatnya
Pulau surgawi
Gugusan dari kahyangan
Menyambutmu
Dengan penuh sorak gembira
Dan masih dalam dermaga
Di Jembrana, ya
Tapak kaki yang berbeda
Mati syahdu. Suasana.
2/
Bali menyala
Dalam dekapan
Dan ingatan-ingatan puisi
Sebuah bisik yang nuju
Dirimu dengan kesan dan pesan
Senantiasa berkata:
"Singgahlah barang sebentar....
Tapi sungguh, kenangannya
Tak akan kelar...."
Sejarah dan sesiut angin
Silih rawat dan saling melengkapi
Keinginanmu, kini.
____________________________________________
BAJERA KAJA
Dan sebuah tempat
Yang purba kerinduannya
Di sela-sela
Lembayung ingatan
Sejauh mata memikat
Dalam kesederhanaan
Di utara menghampar sawah
Hijau nan meliuk-liuk
Alur dan jalur
Sementara keseluruhannya
Sepanjang garis lurus kediaman
Adalah cinta, yang berdetak.
____________________________________________
ME-NYEPI
Masih tak ada suara
Jalan-jalan lengang
Di waktu yang hening ini
Doa-doa memanjat
Menuju kaki langit
Dalam tarian yang lentur
Mantra tak berbilang, suaranya puja
Ucapnya
Di batas warna yang merah kesumba
Riuh bisiknya. Penuh khidmat
: Genta berdentangan
Silih berganti
Memenuhi alam.
____________________________________________
LAKSMI
Tanah-tanah bercahaya
Di bawah pandang
Megahnya Garuda Wisnu Kencana
Dan diberkati Dewa-dewa
Sehimpunan sajak yang ribut
Dengan banyak rahasia
Perihal tempat
Perumpamaan sorga
Getar mantra. Menyentuh detak nadi
Kau bersimpuh merapalkan.
Kekuatan bagi para pengenang
Di runcing jarum jam.
____________________________________________
PERSEMBAHAN
Hendak kemana pandangan
Bila tarian-tarian itu
Sudah meliuk indah di peribadatan
Tidakkah kau terpesona?
Gamelan-gamelan berebut
Suara nuju penarinya
Yang menggetarkan penikmat
Di dalam kelopak matanya
Kabarkan segera
Pada sanak saudara
Bahwa kau sedang dijamu
Dalam upacara sakral
Tak kuasa menolak
Sekujur tubuh pada suasana
Dengan hikmat suara
Kahyangan tempatnya.
____________________________________________
SUASANA RINDU
Ketabahan
Yang semenjak keberadaannya
Diulas rapi oleh
Beberapa detak kecemasan
Selepas berdenting
Tik-tok jam suasana rindu
Antara bulan dan wajahmu
: Semesta keraguanku
Lengking suara
Dengan nyanyian panjang dan sebilah pisau
Membelah kesunyian sendiri
Membunuh sepi.
_____________________________
S U K S M A



Komentar
Posting Komentar