Renjana


Lambat laun, yang masih bersisa tau-tau bisa muncul lagi lho di pikiran. Jangan salah. Jika tak benar-benar diolah dan disimpan baik-baik, tau-tau malah berserakan lagi di tempurung kepala. Ya kalau bisa dihilangkan,  lah ini yang mau mungut aja susah. Coba deh belajar mengolah sendiri apa-apa yang ada di memori itu. Curhat nih? Anu, maksudnya, mmmm. 

Bahwa yang sering bergema di telinga, yang berisik suaranya, yang kadang juga halus terdengarnya, adalah jelmaan dari apa-apa yang ada di pikiran kita. Bisik yang menyerta dalam padanan kata itu, kalau bukan memori apa lagi namanya. Kalau bukan kenangan apa lagi sebutannya. 

Hadeuhh, kenangan terus yang dibahas. Gak bosen? 
Lha kamu muncul terus di kepala. Gak bosen? Hayoo

Anuuu... Hehe
Hehe hehe hehe :v

Ya habisnya.... 
Ya habisnya kamu kangen aku. Udah ngaku aja. 

(tak ada jawaban) 
Tuh kan. Mudah ketebak sayang. 

Kehidupan ini memiliki poros, putarannya teratur. Pun dengan apa-apa yang pernah kita perbuat di masa lalu, ingatan akan terus ada, sayang. Tak akan hilang. Sumbunya tidak akan habis, terkena gesekan sedikit saja bisa meledak langsung di kepala. Lagi dan lagi. Pyaaarrr!!! Iya, gitu suaranya. 100!!!!!

Kepedulian terhadap sesuatu akan sempurna rasanya jika dibarengi dengan Aamiin yang riuh suaranya, dengan sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya cinta. 

Bahwa perasaan yang bergumul di kepala, yang menyusup di balik kulit dan mengalir di setiap zarah darah, yang dipompa oleh jantung-jantung kita ini adalah kekal ruhnya. Yang fana kan waktu toh? Kita abadi. Yap betul. 

Jangan pernah meremehkan angin. Aku serius, sayang. Alasannya? Bentar masih mikir. Katanya pendongeng handal. Ha-ha-ha-ha.  Hmmmm. 

Karena kata demi kata. Sesiut angin yang membawanya, yang kemudian saling menyusun dan bahu-membahu membentuk kalimat, akan menciptakan dan menjelaskan bagaimana kita, dan darimana asal-muasalnya. 

Peristiwa mana yang paling kamu ingat sayang? 
Yang paling diingat? Nggak salah nih? 

Maksudnya? 
Pertanyaanmu itu loh. 

Gak paham. 
Hadeuhh, ya jelas ingat semuanya lah. Nggak ada yang harus dipilih dan dipilah. Kesemuanya adalah serangkaian yang membentuk satu. Dan kesatuan itu muaranya pada pemiliknya. Ya siapa lagi... Kita jawabannya

Aw, so sweet sekali. Rage iseng jk kmu. Jelas. 
Preeeettt. 

Pada akhirnya, tak ada yang benar-benar sanggup memisahkan tubuh dari serangkaian peristiwa yang dahulu, yang berharga. Apa iya bisa dilupa, atau hanya berpura-pura lupa. Ya gitu misalnya. Bahwa yang bersikeras melupa malah akan membuatnya semakin teringat dan mengingat-ingat masanya. Tusing bakal engsap. 

Syahdan. Yang bermuara biarlah tetap bermuara, sampai pada akhirnya nanti akan kembali pada yang menciptakannya. Sesiut apapun angin membawanya. Deal? Ya, ya, ya. Begitu. 

Berarti udah nih dongengnya? 
Ya sementara gini dulu.

Oke sip. 
Jadi? 

Jadi apa? 
I will always love you, apalagi. Hehe. 

Eleh, gombal. 
Nggak percaya ya udah. 
______

Dan detak jam
Yang tik-tok suaranya itu
Tak pernah sepi
Di dalam kepala kita

Dirakit oleh perasaan
Yang kasih sayang namanya

Sementara riuh
Padanan kata di dalamnya
Semakin meluas
Sedari muasalnya. 

___________________________________________
S U K S M A

Komentar

Postingan Populer