Saatnya Berdamai


Tak mengapa untuk bersedih, kau, aku, tetaplah manusia yang memiliki kecenderungan itu. Tak mengapa juga jika kita ingin beristirahat sejenak dalam perjalanan yang panjang ini. Tariklah nafasmu kemudian melangkahlah kembali, jangan terpuruk oleh keadaan apapun.

Kita memiliki ketakutan masing-masing, yang terkadang membuat kita semakin terasing. Tak akan ada yang sempurna diantara kita. Kuasailah, temukan suatu kerelaan dalam dirimu. Saatnya berdamai.

Kita akan semakin terbiasa, membuat rima, yang harmoni dari setiap langkah-langkah kita. Yakinlah, semua akan berjalan sesuai harap, searah dengan angan. Namun tetap, Tuhan adalah Maha Pengatur semua. Maka berserah dirilah. Seraya Ia akan tersenyum padamu.

Ada yang ingin berdamai dalam hidupnya; dari sekian banyak perkara-perkara yang menemani. Mari, kita akan sama-sama berdamai dengan itu. Masa lalu biarlah menjadi bumbu, dia sudah berlalu.

Ada yang ingin berdamai dengan hatinya, yang mungkin saja sering terusik di dalamnya.

Ada yang ingin berdamai dengan dirinya sendiri, setelah beberapa urusan yang membuatnya lelah.

Ada yang ingin berdamai dengan waktu; mengalah dengan semua ketentuan semesta dan menemukan suatu kerelaan untuk kembali mendapat hal yang semestinya.

Hingga saatnya nanti, semua penjelasan-penjelasan akan terungkap. Tak ada lagi rahasia. Kita hanya tinggal menunggu waktunya, kita tinggal menunggu bom itu meledak dan meluluhlantakkan isinya yang akan berserakan dimana-mana. Ada saatnya kita mengetahui beberapa rahasia.

Mungkin, setiap orang akan saling mencari arti dari setiap kepingan kata. Menyatukannya dengan diksi-diksi yang tepat, hingga nantinya muncul sebuah rentetan penjelasan yang sempurna. Semesta akan bekerja sesuai polanya. Dan kita tak akan henti-hentinya untuk terus berusaha (?).

Berdamai dengan itu semua membutuhkan suatu kedewasaan. Berbagai pelik akan sembuh oleh suatu kerelaan, kecemasan perlahan akan menghilang seiring hati yang mantap untuk menemukan perdamaian. Untuk kita sendiri.

Serangkaian petunjuk yang mengarahkan kita. Akan sampai nantinya. Pada sebuah dimensi di cakrawala, saat itu juga doa-doa dan segala harap akan terbang menuju tempatnya. Kita akan berdamai dengan semua. Pasti.

Maka mari saling menguat. ^_^


Langit akan berpesta
Menebar dan menjatuhkan
Takdir-takdir kita
Yang aku, kau, pinta

Yang tadinya gersang
Akan kembali membasuh diri

Yang tadinya marah
Akan menemukan suatu ramah

Yang tadinya resah
Akan menuju pada suatu pasrah

Penantian-penantian kita
Akan menemui berharganya
Kita akan sama-sama memasuki
Perjalanan rasa

Setiap harap yang diam-diam
Mulai tumbuh dan bersembunyi
Di setiap kelopak doa-doa
Yang kita panjatkan

Saatnya kita berdamai
Dengan segala
Kau, aku, akan menatap
Untuk tetap menetap.

Komentar

Postingan Populer